Probolinggo, 14 Juni 2025 – SD Muhammadiyah Plus Kota Probolinggo kembali menorehkan komitmennya dalam mencetak generasi Qur’ani melalui penyelenggaraan kegiatan Munaqosah Tahfidzul Qur’an, dengan mengangkat tema besar “Mencetak Generasi Hafidz Qur’an, Membangun Peradaban yang Berlandaskan Al-Qur’an.”
Kegiatan ini bukan sekadar evaluasi hafalan, tetapi juga bagian dari perjalanan spiritual anak-anak menuju pembentukan karakter yang luhur. Lebih dari itu, ini adalah investasi peradaban: menanamkan nilai-nilai Qur’ani sejak dini demi masa depan umat yang lebih terang.
Dalam munaqosah kali ini, capaian hafalan siswa bervariasi. Sebagian besar telah menyelesaikan juz 30, dan beberapa di antaranya bahkan telah melanjutkan hingga juz 29. Progres ini merupakan buah dari kerja keras siswa, bimbingan intensif para ustadz-ustadzah, serta dukungan penuh dari orang tua di rumah.
Sebelum memasuki munaqosah, siswa-siswi menjalani ujian tahfidz satu kali duduk, yaitu membaca satu juz tanpa terputus sebagai bentuk kesiapan mental dan kualitas hafalan.
Dalam sambutannya, Mr. Subairi mewakili Kepala Sekolah menyampaikan pesan mendalam:
“Terimakasih Ayah bunda telah mendukung atas apa yang diinginkan ananda sekalian, terutama dalam menghafal Al-Qur’an. Semoga ayah bunda selalu diberikan kesehatan dan dicatat sebagai amal penolong di akhirat nantinya.”
Beliau juga menekankan pentingnya istiqomah dalam menjaga hafalan:
“Untuk menghafal Al-Qur’an tidak cukup hanya di sekolah. Harus dibaca dan diulang setiap hari. Ketika kalian sudah hafal, bukan berarti selesai. Jika tidak dibaca terus, hafalan akan hilang. Maka teruslah diasah. Karena hafalan kalian kelak akan menolong ayah bunda kalian di akhirat.”
Sambutan berikutnya datang dari Ms. Bella, Koordinator Tahfidz SD Muhammadiyah Plus, yang menekankan bahwa keberhasilan tahfidz tidak akan tercapai tanpa sinergi antara rumah dan sekolah.
“Kami berharap proses menghafal tidak hanya dilakukan di sekolah. Anak-anak perlu dibiasakan murojaah setiap hari di rumah. Murojaah bisa dilakukan sebelum tidur, dan menambah hafalan sangat baik dilakukan setelah shubuh. Di sinilah peran besar ayah bunda dalam menjaga ritme hafalan ananda.”
Beliau juga menyampaikan harapan tulus untuk para peserta munaqosah:
“Semoga Allah menjaga hafalan ananda, menjaga hati mereka, dan memberikan kesehatan agar mereka tetap istiqomah dalam jalan Al-Qur’an.”
SD Muhammadiyah Plus Kota Probolinggo percaya bahwa peradaban yang kuat lahir dari generasi yang dekat dengan Al-Qur’an. Kegiatan munaqosah ini adalah salah satu ikhtiar membangun fondasi spiritual yang kuat, agar siswa-siswi tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga kokoh akhlaknya, dan terarah hidupnya oleh nilai-nilai ilahiah.
Penulis Mr. Munir