Pendidikan kita berubah drastis, tapi apakah sudah siap?
Pendidikan kita berubah drastis, tapi apakah sudah siap?
Rab, 6 Mei 2026
Penulis : adminsekolah
WhatsApp Image 2026-05-06 at 20.51.11 (1)

Perubahan dalam dunia pendidikan Indonesia saat ini terasa begitu cepat, bahkan terkesan melampaui kesiapan banyak pihak. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai kebijakan dan inovasi terus bermunculan—mulai dari perubahan kurikulum, digitalisasi pembelajaran, hingga program kesejahteraan siswa seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Semua ini menunjukkan bahwa pendidikan kita sedang bergerak menuju arah yang lebih modern. Namun, di balik perubahan yang begitu pesat, muncul satu pertanyaan penting: apakah kita benar-benar sudah siap? Jika menengok ke belakang, sistem pembelajaran di sekolah dasar dahulu cenderung lebih sederhana dan stabil. Guru menjadi pusat pembelajaran, metode ceramah mendominasi, dan buku menjadi sumber utama. Kini, kondisi tersebut berubah secara signifikan. Pembelajaran dituntut lebih interaktif, berbasis teknologi, serta mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif. Perubahan ini tentu tidak terlepas dari perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa lebih dari separuh rumah tangga di Indonesia kini telah memiliki akses internet. Hal ini menjadikan teknologi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan. Siswa kini dapat belajar dari berbagai sumber, tidak hanya dari guru. Akibatnya, peran guru pun berubah menjadi fasilitator yang membimbing proses belajar siswa. Selain itu, implementasi Kurikulum Merdeka juga membawa perubahan besar dalam sistem pendidikan. Kurikulum ini memberikan kebebasan kepada guru untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan siswa. Pendekatan ini dinilai lebih relevan dengan tuntutan abad 21. Namun, dalam praktiknya, tidak semua guru siap dengan perubahan tersebut. Banyak guru yang masih beradaptasi dengan konsep baru, terutama dalam hal perencanaan pembelajaran dan asesmen.

Perubahan semakin terasa sejak pandemi COVID-19, yang memaksa pembelajaran dilakukan secara daring. Lebih dari 60 juta siswa di Indonesia terdampak kondisi tersebut. Dalam waktu singkat, guru dan siswa harus beradaptasi dengan teknologi. Meskipun pandemi telah berlalu, dampaknya masih terasa hingga saat ini, terutama dalam percepatan digitalisasi pendidikan. Kini, wajah pendidikan semakin berubah dengan hadirnya fasilitas modern seperti smart board atau Interactive Flat Panel (IFP) di beberapa sekolah. Teknologi ini memungkinkan pembelajaran menjadi lebih visual, interaktif, dan menarik. Siswa tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan materi pembelajaran. Ini tentu menjadi langkah maju dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Di sisi lain, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga kesejahteraan siswa. Anak-anak yang sebelumnya belajar dalam kondisi lapar kini memiliki kesempatan untuk belajar dengan lebih fokus dan optimal. Hal ini menunjukkan bahwa kesiapan belajar tidak hanya ditentukan oleh metode, tetapi juga kondisi fisik siswa.

Namun, semua perubahan ini kembali pada satu pertanyaan: apakah semua pihak sudah siap?

Kesiapan guru menjadi salah satu kunci utama. Perubahan yang cepat menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensinya. Upaya upgrading skill menjadi sangat penting agar guru mampu mengikuti perkembangan teknologi dan metode pembelajaran. Selain itu, kehadiran komunitas belajar seperti KOBAR (Komunitas Belajar Aktif dan Rajin) menjadi angin segar. Komunitas ini membantu guru untuk saling berbagi, belajar bersama, dan beradaptasi dengan perubahan. Guru yang aktif dalam komunitas seperti ini cenderung lebih siap menghadapi dinamika pendidikan. Namun, tidak semua guru memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Masih ada keterbatasan akses pelatihan, fasilitas, dan dukungan dari lingkungan. Begitu pula dengan sekolah, tidak semuanya memiliki sarana seperti papan interaktif digital. Kesenjangan ini menjadi tantangan serius dalam pemerataan kualitas pendidikan. Selain itu, penggunaan teknologi yang semakin intensif juga membawa dampak lain. Anak-anak menjadi lebih akrab dengan gadget, tetapi berisiko mengalami penurunan interaksi sosial. Jika tidak diimbangi dengan pendidikan karakter, perubahan ini justru dapat menimbulkan masalah baru.

Di sinilah pentingnya keseimbangan. Perubahan dalam pendidikan memang tidak bisa dihindari, tetapi harus diiringi dengan kesiapan yang matang. Kebijakan yang baik harus didukung oleh pelaksanaan yang realistis di lapangan. Guru perlu didampingi, sekolah perlu difasilitasi, dan siswa perlu dibimbing dengan pendekatan yang tepat. Pada akhirnya, pendidikan bukan sekadar tentang perubahan sistem atau penggunaan teknologi. Pendidikan adalah proses membentuk manusia. Oleh karena itu, kesiapan dalam menghadapi perubahan harus menjadi perhatian utama, agar transformasi pendidikan tidak hanya terlihat maju, tetapi juga benar-benar berdampak. Perubahan boleh cepat, tetapi kesiapan tidak boleh tertinggal. Jika tidak, maka perubahan yang seharusnya menjadi solusi justru bisa menjadi beban baru bagi dunia pendidikan itu sendiri.

 

*) Penulis : Ms. Rizka Kurnia
Berita

Artikel Lainnya

"Pesantren Kilat Ramadhan Ceria”...
Probolinggo, 3 Maret 2026 — Dalam rangka mengisi kegiatan di bulan suci Ramadhan dengan aktivitas yang bermanfaat dan bernilai ibadah,...
Sel, 3 Maret 2026 | 3:00
BELAJAR MENJADI SISWA SD,...
TK ABA 3 Kota Probolinggo melaksanakan kegiatan Masa Transisi ke SD Muhammadiyah Plus Kota Probolinggo sebagai upaya mempersiapkan peserta didik...
Jum, 6 Februari 2026 | 2:04
Malam Penuh Makna: Siswa...
PROBOLINGGO – Dalam rangka memperingati peristiwa besar Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, SD Muhammadiyah Plus Kota Probolinggo menggelar rangkaian acara...
Rab, 14 Januari 2026 | 2:47
Children Kitchen And Market...
Children Kitchen and Market Day SD Muhammadiyah Plus Kota Probolinggo: Melatih Kemandirian, Kreativitas, dan Jiwa Wirausaha Siswa SD Muhammadiyah Plus...
Jum, 26 Desember 2025 | 10:08