Probolinggo, 8 Agustus 2025 — Pagi itu, udara di halaman SD Muhammadiyah Plus Kota Probolinggo terasa berbeda. Senyum ceria dan raut penasaran tampak di Pagi itu, udara di halaman SD Muhammadiyah Plus Kota Probolinggo terasa berbeda. Senyum ceria dan raut penasaran tampak di wajah para siswa. Mereka tahu, hari ini ada tamu istimewa: Tim Polres Kota Probolinggo yang datang membawa pesan penting — “Stop Bullying!”.
Kegiatan sosialisasi anti-bullying ini digelar untuk membekali siswa sejak dini agar memahami bahaya bullying, menumbuhkan rasa empati, dan membangun budaya saling menghargai.
Tim Polres Kota Probolinggo memaparkan materi dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami anak-anak. Mereka menjelaskan apa itu bullying beserta bentuk-bentuknya — verbal, fisik, sosial, hingga cyberbullying — serta dampak buruknya terhadap korban, pelaku, dan lingkungan sekolah. Tidak hanya itu, siswa juga diajak belajar cara melindungi diri, menolong teman yang menjadi korban, dan langkah tepat untuk melapor.
Suasana menjadi semakin hidup ketika polisi mengajak siswa bermain kuis, menjawab pertanyaan, dan mengikuti simulasi “3S” — Senyum, Sapa, Salam kepada semua teman tanpa membeda-bedakan. Tawa dan tepuk tangan mengiringi kegiatan, menunjukkan bahwa pesan penting bisa disampaikan dengan cara yang menyenangkan.
Menjelang akhir kegiatan, seluruh siswa, guru, dan tim Polres berdiri bersama mengucapkan janji:
“Kami berjanji untuk tidak membully, saling menghargai, dan menjadi teman yang baik.”
Momen ini menjadi pengingat bahwa sikap saling menghormati adalah kunci terciptanya sekolah yang ramah dan aman bagi semua.
Kegiatan sosialisasi anti-bullying ini menjadi bukti nyata sinergi antara sekolah dan aparat keamanan dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif. SD Muhammadiyah Plus Kota Probolinggo berkomitmen untuk terus menjaga suasana belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.